Gen Z: Antara Hedonisme dan Kebutuhan Esensial
Mengapa
generasi Z lebih memprioritaskan keinginan daripada kebutuhan? Salah satu
alasan utamanya adalah perubahan paradigma dalam memandang kehidupan dan
kebahagiaan. Generasi Z tumbuh dalam era digital yang menawarkan berbagai
pilihan dan peluang. Mereka cenderung melihat hidup bukan hanya sebagai
pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga sebagai pengalaman untuk dinikmati
sepenuhnya. Mereka menilai kebahagiaan sebagai hal yang penting, dan sering
kali hal ini diwujudkan melalui pemenuhan keinginan pribadi, mulai dari
teknologi terbaru hingga pengalaman unik seperti traveling atau kuliner.
Selain
itu, pengaruh media sosial tidak bisa diabaikan. Generasi Z adalah generasi
yang sangat terhubung dengan platform seperti X, Instagram, TikTok, dll. Di mana
gaya hidup glamor dan konsumsi barang-barang mewah sering dipromosikan.
Algoritma media sosial dirancang untuk menampilkan konten yang memikat dan
aspiratif, sehingga mendorong mereka untuk mengikuti tren dan gaya hidup yang
mungkin tidak terlalu esensial, namun sangat diinginkan. Tekanan sosial untuk
tampil "sempurna" di dunia maya sering kali membuat mereka lebih
memilih keinginan yang mampu meningkatkan citra diri dan status sosial mereka.
Pandangan
tentang pekerjaan dan keuangan juga mempengaruhi prioritas generasi Z. Berbeda
dengan generasi sebelumnya yang cenderung lebih konservatif dan fokus pada
tabungan, generasi Z lebih cenderung berani mengambil risiko dan lebih
mengutamakan pengalaman hidup yang berkesan. Banyak dari mereka yang memilih
pekerjaan yang fleksibel atau bahkan menjadi digital nomad, sehingga
penghasilan yang diperoleh sering kali diinvestasikan untuk memenuhi keinginan
pribadi. Mereka merasa bahwa menikmati hidup saat ini lebih penting daripada
menabung untuk masa depan yang masih abstrak.
Namun,
meskipun tampaknya generasi Z lebih memprioritaskan keinginan, bukan berarti
mereka tidak peduli dengan kebutuhan. Mereka hanya memiliki cara pandang yang
berbeda dalam menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan. Teknologi yang
mereka gunakan juga membantu mereka untuk tetap terhubung dan memenuhi
kebutuhan dasar secara lebih efisien. Misalnya, aplikasi untuk manajemen
keuangan dan investasi yang mudah diakses membuat mereka tetap dapat mengatur
keuangan dengan baik sambil tetap memenuhi keinginan pribadi. Jadi, meskipun
pola konsumsi mereka terlihat lebih didorong oleh keinginan, generasi Z
sebenarnya sedang mencari cara baru untuk mencapai keseimbangan hidup yang
lebih holistik dan memuaskan. Bahkan, tidak semuanya gen Z cenderung
memprioritaskan keinginan daripada kebutuhan.

Komentar
Posting Komentar